 |
| Soon bareng doi disini wkwk |
Flores
dengan sejuta pesona yang memanjakan mata pengunjung dengan wisata – wisata
indah yang alamnya masih segar, hijau dan cocok untuk menenangkan pikiran bagi
pekerja, bulan madu untuk pasangan baru dan masih banyak lagi. Nah, sebenarnya
cerita ini sudah berlalu tepatnya Desember 2019. Tidak ada planning sebelumnya untuk pulang
tapi karena ada satu dan lain hal akhirnya diijinkan untuk pulang. Senang sih
akhirnya bisa ketemu orangtua, keluarga dan teman – teman juga.
 |
| 10 minutes after flight, Labuan Bajo from above |
Saya sempat ambil gambar ketika menuju Ende dari Labuan Bajo, karena harus transit disana. Dari pesawat saja bagus begitu, apalagi langsung ke TKP. Sorry ceritanya tidak sedetail apa yang kalian inginkan karena terakhir saya mengelilingi Labuan Bajo 2015. Sekarang sudah jauh lebih bagus dari sebelumnya.
 |
| Snake road lintas Ende - Bajawa |
 |
Blue stone beach, Penggajawa
|
Ketika landing di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, langsung menuju rumah di Mauponggo. Kita menyusuri jalan berkelok yang sudah beraspal ini dengan sebutan snake road yang terletak di kec. Nangapanda, kab. Ende, Flores, prov. NTT. Bagi yang belum pernah, siap - siap saja mual sepanjang jalan wkwk karena memang benar - benar terpacu adrenalin. Walaupun jalannya berlika - liku, kita dimanjakan dengan panorama indah sebelah kiri jalan yaitu laut yang asli pengen nyebur. Lanjut, kita istirahat di rumah makan sederhana ini. Kita bisa makan sambil menikmati pemandangan dan juga kendaraan yang lewat. Makanan juga enak begitupun pelayannya juga ramah. Rumah makan ini ada sebelah kiri dipinggir jalan dari arah Ende. Namanya Blue Stone Beach, jangan salah teman - teman, banyak pengunjung (lokal maupun asing) datang untuk makan disini. FYI, jika anda kemalaman dan tidak bisa melanjutkan perjalanan kalian bisa nginap disini. Nah tempatnya itu persis disamping rumah makan ini ada 3 gubuk dan pintunya menghadap ke arah laut. Dilengkapi dengan fasilitas yang tidak kalah dengan hotel. Pagi - pagi kalian bisa menikmati sunrise sembari main pasir putih yang terbentang sepanjang pantai. Biayanya 200k/malam. Pokoknya tempatnya strategis dan cocok untuk kalian yang suka traveling.
 |
| Adikku dan 7 ponakan sukses bikin betah dirumah |
Perjalanan panjang akhirnya tiba ditempat tujuan. Dari Ende ke rumah kurang lebih 3 jam. Rumah tidak hanya sebuah bangunan, dapat dalam bentuk apapun selama itu membuat saya ingin pulang. Disinilah rumah dimana waktu pulang adalah waktu yang saya tunggu. Mereka menyambut dengan hangat dan lembut. Untukmu keluargaku terima kasih tak terhingga. Kalian semangat hidupku. Nantikan kedatangan selvi dilain waktu. Bersyukur 10 hari hari disana bangun telat dan tidak ada alarm dipagi hari dan juga jam - jam tertentu. Free dari rutinitas kuliah dan kerja.
 |
Beautiful sunrise
Ada saya sebenarnya difoto ini tapi entah kenapa
tidak kelihatan:( |
Selamat pagi dunia sang mentari menyapa. Btw, rela bangun pagi hanya mau foto disini. Tenang tidak jauh dari rumah. Tempat ini persis dibelakang rumah jaraknya sekitar 50 m. Ketika pasang naik, gelombangnya kedengaran sampai rumah. Jadi tidak usah jauh - jauh, disini juga ada. Bisa lihat para nelayan yang dengan perahu cantiknya kian mendayung. Sebenarnya masih ada lagi tempat - tempat yang saya kunjungi tapi karena tidak sempat ambil gambar jadi yasudahlah cuman ini saja. Semoga kalian bisa ke Flores teman -teman.
 |
| Bersaudara (Marlen adikku & Fr. Luis) ketika Natal 2019 di Maukeli |
 |
Lorong rindu Seminari Brekhmans Todabelu Mataloko
|
Note : Kalau liburan ke Flores jangan hanya ke Labuan Bajo. Jalanlah ke Aimere, Bajawa, Mauponggo, Mbay, Riung, Ende, dll🙌🏻😁
Komentar
Posting Komentar