Langsung ke konten utama

Sampai kapan semua ini akan berakhir?


Sejak COVID-19 datang ke negeri kita tercinta Indonesia, semua orang panik, rasa takut melebihi apapun. Diisi lain ada yang lebih membahayakan yaitu keengganan untuk menjadi peduli. Mengapa? 

Pertama, masih ada yang tidak mengindahkan himbauan pemerintah. Banyak yang bilang tidak takut toh hidup ada di tangan Tuhan. Mati hidupnya seseorang sudah digariskan oleh Tuhan. Tidak salah juga pernyataan tersebut tapi sadarlah Tuhan sudah titip pesan lewat pemerintah. Berapa kali dihimbau dan sampai kapan diabaikan?

Kedua, sadar atau tidak COVID-19 terus merona – rona tiap hari. Panik kan masyarakat. Sebar berita yang tidak valid, ada juga sebagian orang memanfaatkan momen ini dengan berbagai cara seperti produksi hand sanitizer dan menjualnya. Memang WHO telah mengeluarkan prosedur pembuatan hand sanitizer secara mandiri. Namun, petunjuk tersebut hanya diberikan kepada mereka yang bertugas didunia kesehatan. Ingat teman – teman cairan yang diolah sendiri itu membunuh orang lain. Cairan yang dibuat tidak diuji sama sekali (layak atau tidaknya) bisa saja menimbulkan keracunan, iritasi bahkan terbakar tangan si pemakai. Kasian kan tidak tau apa – apa jadi korban. Banyak orang yang manfaatkan kesempatan untuk menjual dengan harga yang mahal pula. Sama sekali bukan konsep untuk meningkatkan ekonomi. Harusnya tidak diperjual belikan seperti yang sudah terjadi cukup dikonsumsi dirumah masing – masing. Yang harus dihindari stop panic buying, stop penimbun alat kesehatan, stop penimbun bahan baku dan stop membuat masyarakat resah dengan hal – hal yang merugikan banyak pihak.

Tapi lebih dari itu semua ada banyak hikmah di balik COVID-19 ini. Yang dulunya sering menyepelekan kebersihan sudah lebih peduli sekarang. Sebagian orangtua yang sering pergi ketika anaknya masih tidur pulas dan pulang ketika anaknya sudah  terlelap dimalam hari, kini sudah bisa bercengkrama dalam ruang yang sama. Tertawa sambil menunggu suguhan hidangan dari sang istri. Orang tua lebih aware dengan pendidikan anaknya. Yang bucin akhirnya cuma bisa lewat vcan, yah hitung - hitung cobaan bisa merasakan LDR wkwk. Gimana nih nasib jombloers? Oh tenang, dia mah bahagia terus karena hari-harinya penuh dengan kehaluan. Mohon maaf nih curhat wkwk. 

Iman terhadap Tuhan pun semakin meningkat. Bisa berdoa tepat waktu tanpa khawatir dengan deadline kerjaan. Kita semua percaya bahwa ketika kita minta yang terbaik dari Tuhan, dan Tuhan akan memberi melebihi yang kita minta. 

Semoga pandemi segera berakhir, tidak ada lagi korban, dan Indonesia serta dunia semakin membaik. Amin. 
Salam sehat, Tuhan berkati. 

Kemana lagi kau akan berpijak? Bisakah kau berhenti sampai disini? Sedih, sudah terlalu jauh kau melangkah.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat hari ayah

  H ai pa, selamat hari ayah untukmu. Walaupun secara jasmani bapak tidak ada di dunia tapi saya bisa merasakan hangatnya kasih sayangmu. Terima kasih sudah jadi bapak terbaik yang pernah saya kenal, sosok yang selalu saya banggakan ketika bercengkrama dengan orang, bapak juga yang buat saya tetap kuat menjalani hidup sampai saat ini, ya walaupun cuman 8 tahun kita bersama tapi itu membekas pa. Cintamu begitu besar untuk mama dan kami bertiga. Bersyukur punya orang tua seperti kalian. Tenang pa, kita masih ingat pesan bapak untuk jaga mama. Tenang disana ya pa, sampai jumpa. Aku mencintaimu, bapak!!! Selamat hari ayah untuk semua ayah.

Halunya ga karuan

 Halu aja dulu, namanya juga mimpi ya kan. Sebagian orang ngetawain kamu sel tapi gpp. Berawal dari foto. semoga ini jadi kenyataan ya sel, yu bisa selll. nikmati proses cintai proses dan kamu bakalan tau hasil tidak akan menghianati proses, ingat itu sellllll. yokkkk. kamu harus bisaaaaa. apapun itu, 2023 kamu perfom dan banyak duit. 

Flores, tempat melepas penat

Soon bareng doi disini wkwk Flores dengan sejuta pesona yang memanjakan mata pengunjung dengan wisata – wisata indah yang alamnya masih segar, hijau dan cocok untuk menenangkan pikiran bagi pekerja, bulan madu untuk pasangan baru dan masih banyak lagi. Nah, sebenarnya cerita ini sudah berlalu tepatnya Desember 2019. Tidak ada planning sebelumnya untuk pulang tapi karena ada satu dan lain hal akhirnya diijinkan untuk pulang. Senang sih akhirnya bisa ketemu orangtua, keluarga dan teman – teman juga.   10 minutes after flight, Labuan Bajo from above Saya sempat ambil gambar ketika menuju Ende dari Labuan Bajo, karena harus transit disana.  Dari pesawat saja bagus begitu, apalagi langsung ke TKP. Sorry ceritanya tidak sedetail apa yang kalian inginkan karena  terakhir saya mengelilingi Labuan Bajo 2015. Sekarang sudah jauh lebih bagus dari sebelumnya.  Snake road lintas Ende - Bajawa            Blue stone beach, Pengga...