![]() |
| Jangan ditanya kenapa sendirian aja? |
Cerita kali ini berbeda,,, Jujur baru kali ini berani mau cerita tentu malu, takut ia, risih apalagi. Semoga ini bisa menjawab dari semua pertanyaan orang – orang yang biasanya saya cuman bisa dengan tersenyum.
Jomblo. Ia jomblo tau kan. Sering saya dibilang jomblo akut. Untuk sebagian orang mungkin merasa sebal dengan hal itu tapi untuk saya pribadi tidak masalah dan mungkin saya sendiri cuek ya percuma~tidak ada efek apapun dengan psikis saya👌
Mengapa masih sendiri? Tidak bosan ke mana – mana sendirian?
Pertanyaan itu sering terlintas ditelinga saya. Kadang lucu dengarnya, tidak jarang juga sebal. Mungkin saya perempuan, yang di kost hanya untuk tidur, selebihnya sendirian diluar. Saya juga tidak paham. Kenapa untuk sebagian orang, sendirian adalah hal yang menyeramkan padahal tidak seseram itu. Tolong lah!
Semua itu tidak bisa dipungkiri. Saya senang melihat orang yang sedang jatuh cinta. Saya senang melihat orang lain menunjukkan kasih sayang mereka. Alasan apapun untuk bersikap manis ke orang yang kamu sayangi itu bagus. Menunjukkan orang lain kamu menyayangi mereka itu bagus.
Apalagi yang sudah bertahun-tahun, entah apa rahasianya. Saya juga tidak tahu pasti,hehe. Saya sama sekali tidak terganggu dengan romansa. Bukan iri hei, tapi lebih kek bangga bisa se-awet dan selama itu. Saya tahu, semua orang tidak ada yang mau sendiri. Karena kalau bisa berdua kenapa memilih sendiri? Tapi untuk mereka yang berteman dengan waktu, ada momen – momen tertentu yang harus dilewati seorang diri. Ahh, belum waktunya.
Mengapa tidak dicoba dulu?
Sudah. Pernah. Ini memang membingungkan. Terakhir kali menjalin cerita mungkin empat tahun lalu kalau tidak salah. Bukan saya atau dia yang menyudahi begitu saja. Karena keadaanlah yang sebenarnya terjadi akhirnya cerita itu terhenti dengan sendirinya-tentu tidak bisa dilanjutkan. Sedih, itu pasti. Sedikit cuplikan ketika saya tahu dan tidak pernah dibayangkan semua akan terjadi.
Oh Tuhan! Cuman dua kata itu yang sempat keluar ketika saya tau kalau diterima.
Pikir saya waktu itu, toh libur juga pasti ketemu. Panggilan Tuhan untuk kita berbeda. Ah! Selamat berjuang kamu.
Tenang, sudah ikhlas😁
Hem…
Untuk sekarang, saya masih nyaman dengan keadaan seperti ini. Saya merasa tanggung jawab terhadap diri sendiri masih belum bisa apalagi nanti. Masih banyak mimpi yang belum tercapai, yang memaksa saya untuk menggunakan waktu dengan sebaik mungkin. Akan tiba saatnya, pasti, hanya saja bukan sekarang. Jadi rasanya tidak ada yang perlu di khawatirkan.
Sulit mencari yang tepat. Sesulit membuka hati untuk seseorang yang masuk ke dunia saya. Mungkin sayanya yang tidak mudah berbagi ruang untuk orang lain.
Sekarang hanya perlu menikmati prosesnya, menghargai kesendirian. Dan saya suka hal ini.
Jadi buat kamu yang posisinya sama seperti saya, tidak usah sedih, kamu itu sedang menikmati hidup. Kalau kamu bertemu seseorang ya bagus, kalau belum ketemu juga bagus. Ada banyak hal dalam hidup ini yang patut disyukuri. Bukan persaingan ataupun ujian hidup. Yang sering salahkan diri sendiri karena belum punya pasangan agak aneh sih menurut saya, kadang kesel dengan yang suka ngeluh dengan alasan yang sama. Tapi balik lagi semua orang kan beda – beda.
Anw, diujung tulisan panjang lebar nan rambling ini saya cuma mau bilang syukuri apa yang terjadi pada hidupmu, hargai semua proses yang terjadi.
Everybody has their own journey, their own time and their own pace.

Komentar
Posting Komentar