Hai kaka, apa kabar? Yang kutahu pasti jawabannya baik-baik saja.
Apakah aku pernah sedikit saja singgah dalam pikiranmu? Apakah kau tau kalau ada yang merindukanmu?
Ingin sekali mengatakan hal ini namun perasaanku tertahan oleh rasa tidak berhaknya untuk menanyakan semua itu.
Terima kasih telah hadir. Yup! walaupun kaka tidak tau tapi itu suatu kebahagiaan tersendiri:)
Yang kuingat, aku pernah berkata aku takkan pernah menyukaimu. Tapi pada akhirnya aku tak bisa memegang perkataanku sendiri. Dan ya, bahkan lebih dari rasa menyukai.
Lucunya dulu, pantau dari jauh apalagi pas upacara hari senin karena tinggi jadi gampang dan semenjak angkatan kaka tamat satu-satunya cara untuk hilangkan rasa penasaran stalking lewat facebook wkwk.
Terkadang mengagumi dan cinta itu terasa tak adil. Kita takkan pernah tau dimana hati ini akan berlabuh, bagaimana mulainya, dan bagaimana akhirnya. Aku sedang berusaha menata hati dan menjadi baik-baik saja. Aku tidak berusaha melupakanmu dan juga tidak terus terusan mengingatmu.
Nanti,
Kalau suatu hari tidak sengaja mengingatku, jangan ragu untuk menghubungi, aku akan dengan senang hati menyambutmu. Aku masih sangat ingin mendengar banyak hal tentangmu. Karena sejujurnya aku benci harus kehilanganmu atas izinku.
Eh ia,
Kalau kaka baca ini..
Tolong jangan besar kepala, ya.
Aku menulis ini hanya untuk melegakan isi kepalaku, bukan karena aku menyimpan rasa atau jatuh kepadamu. (Kalo mau jujur, lega setelah tulis ini dan sama sekali tidak berharap apapun tapi yang terpenting sudah kasih tau supaya tidak menyesal nantinya wkwk)
Terima kasih untuk delapan tahun dan maaf sudah merusak suasana dengan kata-kata random ku, sekalian pamit untuk berhenti stalking dan lebih dari itu berhenti menyukai seseorang yang tidak akan pernah untuk dimiliki.
Selamat melanjutkan hidup, semoga segala hal baik selalu menghampirimu:)
♡s
Komentar
Posting Komentar